Alkitab: Buku Biasa Yang Luar Biasa

"Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus." ( II Timotius 3:15 )
Facebooktwittergoogle_pluspinterestmail

 

Beberapa waktu lalu dalam acara Kompas, pembicara mengatakan bahwa Alkitab bukanlah buku sakti atau buku ajaib, tetapi tulisan di dalam Alkitab akan bekerja di dalam jiwa manusia pada saat Roh Kudus menuntun untuk mempercayainya. Pesan beliau agar sebagai orang Kristen, kita harus membaca Alkitab terus-menerus, sebagai buku yang harus dibaca setiap harinya.

Saya pribadi setuju dengan pendapat ini. Dan saya pikir banyak orang Kristen juga sependapat. Buktinya ketika ada foto lembaran-lembaran buku Alkitab dijadikan bungkus tempe, hampir tidak ada nada negatif dari seorang Kristen. Juga ketika ada video yang sempat beredar di dunia maya, tentang seorang pria yang membakar berpuluh-puluh buku Alkitab, juga tidak ada reaksi berlebihan di komentar-komentar foto tersebut. Lalu apa istimewanya sebuah buku yang berjudul “Alkitab” ini?

Istimewanya Alkitab adalah buku ini dituliskan dalam konteks pemahaman akan semua manusia, yang memiliki tingkat kecerdasan yang berbeda. Sangat umum dan bahasanya universal ( mungkin itu sebabnya bisa diterjemahkan dalam banyak bahasa ibu di berbagai belahan dunia ). Tidak ada Alkitab yang judulnya: “Alkitab untuk yang baru katekisasi”, atau “Alkitab for Dummy”, bahkan tidak ada juga Alkitab yang berjudul: “Alkitab untuk pendeta yang S1 di universitas yang tidak diakui GKI dan mengambil S2-nya di universitas yang diakui GKI.” Tidak ada. Judul yang tertulis di sampulnya sama semuanya: ALKITAB. Bayangkan kemampuan para penulisnya ( yang semuanya manusia biasa ) dalam menyusun kata-kata hingga menjadi kalimat dan paragraf, hingga bisa dipahami semua tingkat intelegensi manusia di dunia. Bahkan buku sekelas “Ulysses” atau “The Lord of The Rings” tidak bisa menyamai tingkat pemilihan dan penyusunan kata-kata di dalam Alkitab. Oleh karenanya inilah salah bukti bahwa Alkitab itu ditulis oleh mereka yang terilhami dan dituntun oleh Allah ( Roh Kudus ).

Isi naskah Alkitab juga terbukti bisa mengubah banyak orang. Salah satunya seperti kisah seorang narapidana di negara Kamboja. Karena suka merokok, lalu dia meminta Alkitab pada seorang misionaris dengan tujuan agar ada kertas yang bisa disobek-sobek untuk dipakai merokok. Alkitab tersebut akhirnya sudah disobek-sobek beberapa kali. Sampai suatu hari narapidana tersebut tertarik untuk membaca kertas yang telah disobeknya, dan saat itu juga ia percaya kepada Yesus ( walaupun pastinya ada campur tangan Roh Kudus ).

Bahkan Alkitab juga menginspirasi banyak orang untuk menulis cerita. Tak sedikit penulis yang mengaku kalau idenya selalu berasal dari Alkitab; Paulo Coelho, salah satunya. Juga banyak pemimpin-pemimpin yang mengambil keputusan penting setelah membaca Alkitab, lalu kutipan ayat-ayat di Alkitab yang sering dijadikan bahan pidato kenegaraan, hingga kisah/perumpamaan di dalam Alkitab yang sering dijadikan landasan untuk menjelaskan sebuah kebijakan. Misalnya saat Ahok ditanya kenapa gak pernah bagi-bagi makanan/sembako kepada warganya agar terpilih lagi jadi gubernur. Saat itu beliau jawab: “Di keyakinan gue, ada cerita Yesus pernah bagi-bagi makanan ke 5,000 orang. Tapi pas Dia difitnah dan akhinya dikasih hukuman salib, apa ada satu dari lima ribu orang yang pernah dikasih makan sama Dia ikut belain atau kasih dukungan? Gak ada. Jadi itu ( bagi-bagi sembako) percuma.

 

Alkitab: buku yang paling banyak dibaca di seluruh dunia.

 

Dengan semua kelebihan “buku biasa” ini, saya bisa simpulkan ( dan statistik juga menunjukkan ) bahwa Alkitab adalah buku yang paling bisa memengaruhi manusia. Bisa juga dikatakan bahwa Alkitab adalah sebuah karya sastra terbesar sepanjang masa. Fakta bahwa di dalam Alkitab kita bisa menemukan segala macam jawaban dan solusi atas semua masalah dalam hidup kita, berdasarkan pengalaman orang-orang pilihan Allah; membuatnya akan selalu relevan dari zaman ke zaman. Toh, seluruh cerita dalam Alkitab adalah kisah nyata, dan nyatanya Allah tidak berubah dari dahulu hingga sekarang dan sampai selama-lamanya.

Seluruhnya, setiap kata yang tertulis di dalam Alkitab adalah sebuah janji, solusi, tips, perintah, hikmat, pengertian, hingga pada akhirnya membawa kebahagiaan dalam hidup kita sebagai manusia di dunia.

ALKITAB: ALamat KITA Bahagia ( di bumi dan nantinya di surga ).

BIBLE: Basic Instructions Before Leaving Earth

Jadi, sudahkah Anda membaca Alkitab hari ini?

“Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.” ( II Timotius 3:16 )

 

( Vic )

Facebooktwittergoogle_pluspinterestmail
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry