Peduli Dengan Air

Warga di daerah Panggang, Gunungkidul, Yogyakarta mengambil air di tempat penampungan. Warga di kawasan ini pada masa-masa tertentu masih kesulitan mendapatkan air bersih. Sumber foto : Dokumentasi Baksos GKI Pos Jemaat Adisucipto, 25 Oktober 2014.
Facebooktwittergoogle_pluspinterestmail

Oleh: Kezia Beatifica Epafras*

Benda cair berumus kimia H2O yang kelihatannya remeh ini memegang peran penting dalam kehidupan. Tidak ada satupun tanaman yang dapat hidup tanpa air. Tanpa tanaman, baik manusia dan hewan tak dapat hidup. Singkatnya, air-lah yang membuat makhluk hidup bisa menunjang kehidupannya.

Kita para masyarakat kota tak pernah mengalami kesulitan mendapat air. Walaupun kadang air keran dan PAM tampak kotor dan bau, kita selalu memiliki akses air bersih yang relatif mudah; misalnya di toserba dan minimarket. Mungkin karena itulah, kita yang hidup di perkotaan, sering melupakan betapa berharganya air.

Orang-orang yang tinggal di pedalaman dan daerah kering sering harus berjalan puluhan kilometer hanya untuk dua jerigen air yang belum tentu layak konsumsi. Mereka juga tak bisa mandi setiap hari seperti kita. Bisakah kita bayangkan seperti apa rasanya bila tidak bisa mandi, minum, mencuci, dan buang air dengan leluasa?

Sebagian dari kita sudah tahu tentang itu. Tapi tetap membuang sampah sembarangan, mengotori sungai, membuang-buang air, membuat polusi udara, dan lain sebagainya. Jangan salah, air tidak hanya tercemar oleh sampah yang dibuang langsung ke dalam sungai atau laut. Segala bentuk perusakan lingkungan yang kita lakukan akan mempengaruhi air baik secara langsung ataupun tidak.

Tuhan menciptakan manusia untuk mengusahakan bumi ini. Namun itu bukan berarti kita dapat memanfaatkannya dengan sembarangan. Tugas kita sebagai ciptaan Allah juga mencakup merawat bumi ini dan segala isinya, termasuk air.

Yang kita perlukan hanya satu; kepedulian.

Kalau kepedulian kita sudah tumbuh, sisanya akan datang dengan sendirinya. Jika kita peduli, kita tidak akan keberatan lebih menghemat air. Jika kita peduli, kita tidak akan mempermasalahkan menggunakan detergen lebih sedikit untuk mencuci baju. Jika kita peduli, kita akan rela menyimpan dahulu sampah kita sampai kita menemukan tempat sampah, daripada membuang sampah di sungai.

Masih banyak yang bisa kita capai untuk memperbaiki siklus air di bumi ini, hanya dengan sedikit kepedulian. Pertanyaannya; apakah Anda mau peduli?

Selamat memperingati Hari Air Sedunia pada 22 Maret ini!

 

*Penulis merupakan remaja di GKI Gejayan Bakal Jemaat Adisucipto. Tulisan diterbitkan di Warta Jemaat GKI Gejayan Bakal Jemaat Adisucipto edisi Minggu 19 Maret 2017.
Facebooktwittergoogle_pluspinterestmail
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry