Ayub dan Ahok

"Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia." ( Yohanes 16:33 )
Facebooktwittergoogle_pluspinterestmail

 

Bagaimana jika yang terjadi seperti ini…?

Pada suatu hari datanglah anak-anak Allah menghadap TUHAN dan di antara mereka datanglah juga Iblis. Maka bertanyalah TUHAN kepada Iblis: “Dari mana engkau?” Lalu jawab Iblis kepada TUHAN: “Dari perjalanan mengelilingi dan menjelajah bumi.
Lalu bertanyalah TUHAN kepada Iblis: “Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Basuki? Dia sangat jujur dan penuh belas kasih, takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.

Lalu jawab Iblis kepada TUHAN: “Apakah dengan tidak mempunyai kekuasaan apa-apa, Basuki akan tetap taat dan takut pada Engkau? Bukankah Engkau yang membuat pagar di sekeliling dia, dan rumahnya, serta segala yang dimilikinya? Apa yang dikerjakannya telah Kau berkati, dan setiap kali ada hadangan dari budak-budak kami, Engkau selalu membantu untuk menangani. Coba ulurkanlah tangan-Mu dan ambil segala kuasa yang dipunyainya, ia pasti mengutuki Engkau di hadapan-Mu.

Maka firman TUHAN kepada Iblis: “Nah, segala yang dipunyainya ada dalam kuasamu; hanya janganlah engkau mengulurkan tanganmu terhadap dirinya atau keluarganya.” Kemudian pergilah Iblis dari hadapan TUHAN.

Pada suatu hari, ketika Basuki mencoret anggaran pengeluaran yang tidak perlu, budak-budak Iblis mulai berani menyerbu. Tak berapa lama, saat Basuki ingin membangun rumah sakit untuk warga yang dilayaninya, budak-budak Iblis bersekongkol curang menuduhnya. Belum selesai badai menerjangnya, Basuki malah makin berani: “Mari hancurkan rumah-rumah maksiat dan kita ubah menjadi ruang publik yang terbuka.” Lalu makin hebatlah serangan Iblis dan para budaknya, dengan selalu mencari celah kelemahannya. Hingga akhirnya sebuah kata yang keluar dari mulut Basuki, dirancang agar disalah arti. Strategi berhasil, Basuki terkail.

Maka dengan tenang, Basuki menjalani persidangan demi persidangan. Hingga kemudian diputuskan, bahwa penjara adalah hasil akhirnya dan kekuasaannya ditangguhkan. Tapi Basuki tetap berkata: Allah tidak tidur. Bahkan dia berpikir bahwa ini adalah bagian dari rencana besar Allah pada hidupnya. “Disuruh ngaso dulu sama Tuhan… istirahat dulu dari banyak serangan.” Katanya berkelakar ketika ditanya oleh wartawan. Di ruang sempit itu dia tetap berdoa dan makin intens membaca surat-surat cinta dari Tuhan, serta membalas surat-surat dari mereka yang terinspirasi padanya.

Dalam kesemuanya itu, sekali lagi, TUHAN bertanya pada Iblis: “Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Basuki? Setelah semua yang terjadi padanya karena ulahmu, apakah dia mengutuki Aku?
Lagi-lagi Iblis menjawab: “Coba ulurkanlah tangan-Mu dan ambil nyawanya atau keluarganya. Budak-budakku sudah siap melakukannya.
Tapi TUHAN menghardiknya: “Oh… tidak bisa!

********/*******

Beberapa waktu lalu, banyak orang mulai kehilangan imannya pada Tuhan. Bahkan ayat-ayat di Alkitab dipakai untuk membela keyakinannya bahwa Allah itu tidak berkuasa atas dunia. “Kenapa Tuhan membiarkan orang baik seperti dia dipenjara? Kenapa Tuhan tidak langsung berperkara dengan orang-orang jahat yang bersaksi dusta padanya? Kita semua tahu bahwa kasusnya direkayasa.” kata seorang di persekutuan gereja.
Iya udah jelas-jelas itu kriminalisasi biar gak bisa menjabat lagi. Ini semua penggiringan opini.” Tulis seseorang di komentar sebuah Fan Page Facebook pendukung koalisi.
Hukum Tuhan sepertinya mendukung orang-orang fasik berkuasa! Dari zaman dahulu. Coba baca Habakuk 1:1-4. Tuhan tidak bisa mengendalikan dunia sepertinya.

Saya lalu teringat kisah Ayub, Iblis, dan TUHAN. Kemudian saya coba tuliskan dengan tokoh yang berbeda tapi dengan alur yang sama. Apakah di situ, di kitab yang tertulis ribuan tahun yang lalu, terkesan bahwa TUHAN tidak mengendalikan dan melakukan pembiaran pada dunia di masa itu?

Perhatikan dialog ini:
Iblis berkata pada TUHAN: “…Tetapi ulurkanlah tangan-Mu dan jamahlah segala yang dipunyainya, ia pasti mengutuki Engkau di hadapan-Mu.
Maka firman TUHAN kepada Iblis: “Nah, segala yang dipunyainya ada dalam kuasamu; hanya janganlah engkau mengulurkan tanganmu terhadap dirinya.

Bahkan Iblis minta izin dulu pada TUHAN setiap akan berbuat sesuatu! Dan bukankah TUHAN itu tetap sama dari dulu hingga sekarang? Lalu mengapa bisa kita berpikir bahwa TUHAN ALLAH itu tidak berkuasa atas semua ciptaan-Nya?

Jadi sebenarnya Allah tetap mengendalikan, walaupun yang terlihat seperti sebuah kekacauan. Allah tetap mengendalikan kehidupan pernikahan yang terancam perceraian. Allah tetap mengendalikan masalah keuangan yang terjadi dalam rumah tangga kita. Allah tetap mengendalikan pekerjaan yang terlihat mustahil untuk dilakukan. Allah tetap mengendalikan persidangan yang terlihat berjalan tidak adil dan penuh ketimpangan. Allah tetap mengendalikan peperangan yang mengancam kehidupan semua manusia. Bahkan kita tahu dari kisah Ayub: Allah turut mengendalikan Iblis, si penguasa dunia ini.

 

How great is our God? -> “Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya. Perintah-perintah-Nya itu tidak berat, sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita. Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah?” ( I Yohanes 5:3-5 )

 

Oleh karenanya jangan pernah ragu akan kuasa-Nya ( Mazmur 24:1 ). Percayalah, semua yang terjadi karena “Sudah diatur Sutradaranya…” Jika saat ini semuanya terlihat kacau/ruwet/mustahil ketika mencoba melawan dunia yang menentang kita, tetaplah percaya pada penyertaan kuasa-Nya; karena bukankah tidak ada yang tidak mungkin bagi-Nya karena kasih-Nya pada kita?

 

( Vic )

Facebooktwittergoogle_pluspinterestmail
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
3