Bersama Masyarakat Merajut Pelayanan Kasih Dalam Kebhinnekaan

( Kejadian 41:37-57 )
Facebooktwittergoogle_pluspinterestmail

(Dalam rangka Hari Ulang Tahun Lembaga Pelita Kasih ke-31)

 

Berbicara tentang “Pelita Kasih”, membawa kita semua untuk menggumuli kembali tentang panggilan gereja di tengah masyarakat Indonesia yang beragam. Kita perlu menyadari bersama bahwa gereja hadir untuk sebuah kehidupan bukan hanya menjadi sebuah lembaga. Oleh karena itu nilai-nilai tentang panggilan gereja di tengah masyarakat harus terus dibangun dalam perjumpaan sehari-hari, bukan hanya melalui peristiwa-peristiwa tertentu.

Gereja tidak dapat dilepaskan dari kehidupan masyarakat di sekitarnya. Gereja seharusnya hadir secara berkesinambungan dalam kasihnya bagi masyarakat yang berbeda dalam iman dan spiritualitasnya. Sebagai gereja mari kita belajar dari kehidupan Yusuf.

Di zamannya, Yusuf sebagai seorang pemimpin besar di tengah bangsa asing, ia tetap melibatkan Allahnya; Yusuf tidak menjadi kehilangan imannya pada Allah. Yusuf juga tidak terganggu dengan sebutan-sebutan baru ( pemberian nama dalam konteks keyakinan Mesir pada dewa-dewanya, nama Zafnat Paaneah diberikan kepada Yusuf – Kejadian 41:45 ). Keyakinannya tidak berubah dengan keadaan sekitar, dia tetap memberikan pelayanannya yang terbaik sebagai seorang pemimpin bagi orang-orang yang berbeda keyakinan dengan dirinya. Oleh karena itulah Allah memakai dan memberkati Yusuf dalam kepemimpinannya.

Kehidupan dan kepemimpinan Yusuf mengajarkan bahwa kasih itu seharusnya melampaui simbol-simbol agama apapun. Demikian juga dengan kasih kekristenan, harusnya juga tidak ditentukan oleh simbol-simbol yang kita miliki. Pelita kasih menjadi milik bersama GKI di kota Yogyakarta hadir sebagai salah satu pelayanan gereja yang kontekstual.

Pelita kasih adalah pelayanan kasih untuk semua orang. Kasih tanpa syarat, kasih yang bisa diterima oleh semua orang. Kasih yang harus dinyatakan dalam tindakan kasih yang nyata. Kasih yang tidak hanya dibicarakan tapi dilakukan bagi semua orang tanpa kecuali. Kasih menjadi bekal utama untuk merajut kehidupan bersama dalam masyarakat Indonesia yang bhinneka.

Selamat ulang tahun ke-31 LPM Pelita Kasih. Tuhan memberkati.

 

( Pdt. RIW )

 

Facebooktwittergoogle_pluspinterestmail
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry