KePUTUSan

The power to change your life, is always in your hand.
Facebooktwittergoogle_pluspinterestmail

Sebuah pemerintahan bisa terselenggara dan tetap berjalan, karena ada keputusan-keputusan yang harus dipilih dan diambil setiap harinya.” (Ronald Wilson Reagan, presiden Amerika Serikat ke-40)

Mantan presiden Amerika Serikat, Ronald Reagan, saat masa mudanya, suatu hari diantar bibinya untuk membuat sepatu. Pada masa itu sepasang sepatu dibuat secara spesifik sesuai pesanan pembelinya. “Keponakan Anda ingin ujung sepatunya berbentuk persegi atau bulat?” Lalu saat bibinya menanyakan hal itu pada Reagan muda, ia ragu dan tidak bisa berkata-kata.
Baiklah, kembalilah ke sini dua hari lagi untuk memberikan keputusanmu.” Kata si pembuat sepatu.
Dua hari kemudian, Reagan kembali kepada si pembuat sepatu. “Apakah kamu sudah memutuskan desain sepatumu? Ingin persegi atau bulat di ujungnya?” Tetapi Reagan menjawab: “Terserah Bapak saja. Saya masih belum mengambil keputusan apa-apa.
Baiklah, besok sepatumu sudah jadi. Kembalilah ke mari.” Kata si pembuat sepatu sambil tersenyum.
Esoknya Reagan kembali datang kepada si pembuat sepatu dan mendapati kalau sepatu pesanannya yang sebelah kiri berbentuk persegi di ujungnya, dan yang sebelah kanan berbentuk bulat.

Reagan muda lalu protes dan dijawab oleh si pembuat sepatu: “Aku sengaja melakukan itu untuk mengajarkan satu hal padamu: jangan pernah membiarkan orang lain membuat keputusan untukmu.

********/*******

Setiap hari kita semua harus membuat keputusan. Dari mulai yang sederhana: mau langsung bangun tidur begitu mata terbuka di pagi hari, atau lanjut tidur beberapa menit lagi. Mau mandi dulu atau sarapan terlebih dahulu. Hingga keputusan yang lebih rumit: mau mengerjakan tugas rutin dahulu, atau membalas surat-surat elektronik dari para klien di pagi itu. Atau ketika mengatur kegiatan dan jadwal janji temu. Hingga keputusan yang tersulit: mau makan apa dan di mana…?

Memang kita semua diberi kehendak bebas untuk memilih. Tetapi sama seperti kebebasan, pada akhirnya hidup dan masa depan kita akan ditentukan oleh keputusan-keputusan yang dipilih pada hari ini. Oleh karena itu, biasanya, orang yang selalu ragu ambil keputusan untuk hidupnya adalah orang yang suka menyalahkan orang lain atas apa yang terjadi pada hidupnya. Biasanya mereka akan menyalahkan temannya, rekan kerjanya, bahkan mungkin saudara-saudaranya dan orangtuanya atas apa yang terjadi pada hidupnya. Atau mereka yang tidak percaya diri saat akan mengambil keputusan dikarenakan takut menyakiti orang lain … tipikal orang yang ingin populer, yang ingin menyenangkan semua orang. Padahal kalau menurut kata dasarnya –keputusan–, ada kata –putus– di sana; yang berarti sebuah keputusan pasti akan “menyakiti” beberapa orang. Lagipula, bukankah tidak ada orang yang bisa menyenangkan semua orang? Haters gonna hate because it their job.

Oleh karenanya jangan biarkan orang lain membuat keputusan untuk pilihan-pilihan dalam hidup kita; karena pada akhirnya, bukan mereka yang akan menanggung segala konsekuensinya. Jangan biarkan semua yang harus diputuskan menjadi mengambang karena takut akan risiko dari sebuah keputusan. Padahal yang sebenarnya terjadi, jika kita tidak membuat keputusan saat ini, malah akan mendatangkan risiko yang lebih besar di kemudian hari.

Jadi, apa keputusan Anda setelah membaca semua ini?

Kamulah yang bertanggung jawab penuh atas hidupmu.

Kamu yang bertanggung jawab atas hidupmu.

Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, –yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit–, maka hal itu akan diberikan kepadanya.” (Yakobus 1:5)

(Vic)

Facebooktwittergoogle_pluspinterestmail
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry