Jadilah Teladan

"...sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu." ( Yohanes 13:15 )
Facebooktwittergoogle_pluspinterestmail

 

Sebut saja namanya Samantha. Dulu dia seorang song leader dan aktif melayani juga di komunitas pemuda di sebuah gereja di bilangan Gejayan Yogyakarta. Samantha, yang akrab dipanggil “Sam” ini punya karakter ceplas ceplos, mudah emosi, dan kadang sangat jahil pada kawan-kawannya. Tapi beberapa waktu belakangan, karakternya berubah. Jadi lebih bisa mengendalikan emosi dan ucapannya. Bahkan omongannya yang nyablak tidak pernah lagi diperlihatkan. Rupa-rupanya, dia bercerita, bahwa dia ditegur Tuhan beberapa bulan lalu lewat adik tingkat di kampusnya. Saat ospek mahasiswa baru di kampus, seperti biasa, sifatnya yang jahil keluar. Anak-anak Maba dikerjain habis-habisan olehnya. Bahkan Sam melontarkan kalimat-kalimat yang mengolok beberapa Maba di kampusnya. Sampai kemudian, ketika waktu jeda istirahat, salah seorang Maba yang tadi diolok-oloknya mendekat padanya dan bertanya: “Kak, kakak yang kemarin Minggu mimpin pujian di GKI Gejayan ya?” Ketika mendengar pertanyaan itu, entah kenapa perasaan Sam tiba-tiba menjadi sangat malu. “I… iya, gimana?” Lalu kalimat berikutnya yang diucapkan Maba itu lebih menohok lagi: “Suara kakak bagus. Pasti Tuhan senang denger kakak bernyanyi memuji-Nya.” Tidak ada kata-kata yang menyindir atau menyerang balik dirinya. Dari peristiwa inilah, hidup Sam berubah.

********/*******

Secara tidak kasat mata, sebenarnya masing-masing kita sedang memakai identitas anak-anak Tuhan. Apalagi yang secara kasat mata mengenakannya: pakai kalung salib, memakai kaos bertuliskan ayat-ayat Alkitab, atau menempelkan stiker yang “Kristen banget” di motor/mobilnya. Untuk yang terakhir ini, ada seseorang pernah bercerita di status Facebook-nya, bahwa dia pernah hampir menabrak sebuah mobil yang memotong jalurnya karena tiba-tiba menyalip dan langsung berbelok ke kiri. Uniknya di kaca belakang mobil itu tertempel stiker besar bertuliskan: “Bertobatlah, kerajaan Allah sudah dekat.” Dia tidak jadi marah dan malah bersyukur sudah diingatkan untuk bertobat, karena peristiwa yang baru saja dialaminya mengajarkan bahwa maut bisa kapan saja datang mendekat. “Mungkin saya harus berterima kasih pada anak Tuhan tadi.” Sindirnya.

Dengan menjadi anak-anak Tuhan, bukankah otomatis apa yang kita lakukan akan menjadi cermin bagaimana Tuhan Yesus itu sebenarnya? Bagaimana orang akan mengenal Tuhan Yesus, melalui kita, jika apa yang kita lakukan bertentangan dengan yang Tuhan Yesus teladankan? Dan akhir-akhir ini, bagian keteladanan inilah yang coba diserang oleh iblis untuk mengaburkan image Tuhan Yesus di mata banyak orang. Banyak worship leader, penatua gereja, dan bahkan pendeta, yang digoda agar terus terjatuh dalam dosa-dosa yang kemudian membuat banyak “tuaian” menjadi ragu dan bertanya-tanya akan teladan yang Tuhan Yesus sudah ajarkan: “Katanya Tuhan Yesus itu mengajarkan agar jangan cinta uang, kok pendeta itu mau terima suap?” atau “Padahal pernah dibilangin kalau Tuhan Yesus meneladankan kesetiaan, kok WL itu malah punya WIL?” Dan banyak perbuatan yang sangat berkebalikan dengan teladan yang Tuhan Yesus sudah contohkan, yang kadang terang-terangan diperlihatkan oleh mereka yang dianggap “lebih beriman Kristen”; sehingga kemudian banyak orang mulai ragu pada apa yang didengarnya tentang Tuhan Yesus.

Jadi bagaimana agar bisa menjadi teladan? Rasul Paulus pernah menasehatkan hal ini kepada Timotius, agar bisa menjadi teladan bagi orang-orang percaya, dengan menjaga sikap ( perkataan, tingkah laku ) sesuai apa yang firman Tuhan sudah katakan ( dengan tekun membaca Kitab-kitab suci ).

Jadi tip agar bisa menjadi teladan itu sederhana saja: tekun membaca Alkitab dan bersikap sesuai apa yang sudah Alkitab ajarkan.

Sudahkah kita, sebagai anak-anak Tuhan, melakukannya juga?

 

 

Contoh teladan dari seorang presiden: mau mengikuti antrean makanan.

 

 

"Demikian juga orang-orang muda; nasihatilah mereka supaya mereka menguasai diri dalam segala hal dan jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan dalam berbuat baik. Hendaklah engkau jujur dan bersungguh-sungguh dalam pengajaranmu, sehat dan tidak bercela dalam pemberitaanmu sehingga lawan menjadi malu, karena tidak ada hal-hal buruk yang dapat mereka sebarkan tentang kita." ( Titus 2:6-8 )

( Vic )

Facebooktwittergoogle_pluspinterestmail
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry