Kekuatan Mimpi dan Doa

Sometimes, all it takes is just one prayer to change everything.
Facebooktwittergoogle_pluspinterestmail

Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya.” (Matius 21:22)

​Karena dilahirkan dan dibesarkan di dalam keluarga Kristen, maka aktivitas doa menjadi suatu hal yang biasa saya lakukan. Doa seakan seperti rutinitas yang harus saya lakukan sejak saya mengawali sebuah aktivitas dan mengakhirinya; tanpa doa, seakan ada yang hilang di dalam aktivitas yang saya lakukan.

Tetapi untuk mengamini dan menghayati bacaan Matius 21:22, masih terasa berat bagi saya. Mungkin dikarenakan saya masih remaja ( baru genap 17 tahun –tepat tanggal 1 Januari 2017– ), di mana semua keperluan saya masih ditanggung oleh orangtua dan semua permasalahan yang saya hadapi orangtua selalu bisa membantu saya dalam menyelesaikannya. Tetapi karena sebuah peristiwa yang baru-baru ini terjadi, akhirnya bisa membuat diri saya mengamini dan menghayati bacaan Injil tersebut.

​Peristiwa ini diawali dengan berita sukacita yang saya dapatkan dari Wakil Kepala Sekolah bidang kesiswaan, yang memberitahukan bahwa karya tulis saya diterima oleh Google; dan saya diminta untuk mempresentasikannya pada sebuah acara di kantor pusat Google. Sebagai seorang remaja yang memang mempunyai minat di bidang IT, undangan tersebut merupakan sebuah impian bagi saya. Siapa sih remaja seusia saya yang tidak mengenal Google? Sebuah perusahaan besar dunia di dalam bidang IT yang berpusat di Amerika Serikat. Diterimanya karya tulis tersebut sangat di luar dugaan saya, karena sudah berulang kali karya tulis itu saya ikut sertakan pada perlombaan-perlombaan penelitian di Indonesia. Jangankan menang, lolos seleksi saja tidak pernah.

Pada saat itu, kabar sukacita tersebut sepertinya akan menjawab doa saya yang mengalami pergumulan sejak penerimaan hasil belajar semester terakhir, di mana hasilnya di luar perkiraan saya. Meskipun sudah saya duga hasil belajar saya akan mengalami penurunan, karena hampir satu bulan tidak masuk sekolah karena operasi usus buntu sehingga banyak sekali pelajaran dan tugas-tugas yang terlewatkan. Tetapi sukacita ini seakan menjadi kekecewaan, ketika saya sampaikan kepada orangtua saya. Ayah saya seketika mengatakan bahwa mustahil untuk saya untuk memenuhi undangan tersebut, dikarenakan waktu yang sangat singkat untuk mempersiapkan dokumen-dokumen perjalanan. Memang saya hanya punya waktu kurang dari tiga minggu untuk mempersiapkan keberangkatan (berita sukacita diterima tanggal 24 Januari 2017, sedangkan saya harus presentasi tanggal 15 Februari 2017). Dan pada umumnya, untuk bisa bepergian ke Amerika Serikat membutuhkan waktu setidaknya tiga bulan untuk mengurus visa (dokumen izin masuk ke suatu negara), itupun dengan semua persyaratan pembuatan visa harus sudah lengkap. Sedangkan saya, jangankan paspor, KTP saja belum punya (sedang dalam pengurusan). Belum lagi permasalahan politik di Amerika Serikat dengan presiden barunya (Donald Trump), yang mempunyai kebijakan imigrasi yang ketat, diyakini akan lebih memperpanjang waktu pengurusan visa.

Saya pun menyadari bahwa apa yang dikemukakan ayah saya adalah suatu realita yang harus saya hadapi. Saya pun sadar bahwa dalam permasalahan yang saya hadapi ini, orangtua tidak dapat membantu banyak dalam mencari jalan keluar. Melihat kekecewaan saya, ibu saya yang sebenarnya keberatan dengan keberangkatan saya ke Amerika Serikat (maklum saya adalah anak tunggal), mencoba menghibur dengan membacakan sepenggal bacaan Injil tadi dan memberi nasehat untuk membawa dalam doa semua yang menjadi pergumulan saya.

Diskusi keluarga saat itu kami akhiri dengan doa, di mana kami menyerahkan semua rencana keberangkatan saya dan memohon kekuatan untuk dapat mengerti dan menerima apapun yang akan terjadi. Selesai berdoa, ayah mengambil keputusan untuk mencoba mengurus semua dokumen perjalanan yang saya perlukan dan berujar kepada saya untuk selalu berdoa dan berpengharapan kepada Tuhan Allah. Setelah itu semangat saya bangkit kembali.

Dan sungguh luar biasa kuasa doa. Semua pengurusan dokumen-dokumen perjalanan saya dimudahkan-Nya. Pengurusan paspor yang biasanya membutuhkan waktu satu minggu, hanya dalam dua hari bisa terselesaikan. Pengurusan visa, yang diawali dengan membuat janji wawancara yang sebelumnya sudah terjadwalkan tanggal 20 Februari 2017, bisa diajukan menjadi tanggal 7 Februari 2017. Juga visa yang seharusnya menunggu dua minggu untuk diterbitkan, kali ini hanya membutuhkan waktu dalam satu hari sudah bisa terbit.

Tepat pada tanggal 8 Februari 2017 semua dokumen perjalanan saya sudah terselesaikan! Pengurusan dokumen-dokumen perjalanan yang secara pikiran manusia membutuhkan waktu paling cepat tiga bulan, dipatahkan oleh kuasa-Nya; hanya dalam waktu kurang dari dua minggu semua bisa terselesaikan. Dan kuasa pertolongan-Nya kepada saya tidak hanya dalam pengurusan dokumen perjalanan saja, tetapi juga di saat saya harus mempresentasikan karya tulis saya. Saya yang terkenal bicara sangat cepat, tidak jelas, dan tidak runtut; tiba-tiba bisa berbicara dengan sangat jelas, lugas, dan runtut, baik ketika mempresentasikan karya tulis saya maupun dalam sesi tanya jawab.

 

Google Headquarters: Mountain View, California, United States.

Google Headquarters: Mountain View, California, United States.

 

Hasil akhirnya, Google akan memberikan beasiswa kepada saya jika saya berhasil masuk ke perguruan tinggi yang menjadi pilihan mereka. Hal ini bagi saya seperti dibukakan sebuah pintu baru oleh Tuhan, setelah pintu lainnya serasa tertutup setelah penerimaan hasil belajar semester lalu. Saya yakin bahwa sekali lagi kuasa doa terjadi pada diri saya.

​Di dalam semua rentetan peristiwa yang saya alami tadi sungguh saya merasakan kuasa pertolongan Tuhan, dan saya yakin bahwa semua karena doa dari semua orang yang menyayangi saya. Dengan kuasa doa, sesuatu yang tidak mungkin bagi manusia menjadi mungkin bagi Tuhan.

 

Kesaksian dari Christopher Farel
Siswa kelas 11 SMAN 8 Yogyakarta
Ketua Komisi Remaja GKI Gejayan 2017

Facebooktwittergoogle_pluspinterestmail
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
7