Kisah Dibalik Lagu Pujian: “It is Well with My Soul”

All shall be well, and all shall be well, and all manner of thing shall be well (Julian of Norwich)
Facebooktwittergoogle_pluspinterestmail

When peace, like a river attendeth my way,
when sorrows like sea billows roll.
Whatever my lot, Thou has taught me to say:
“It is well, it is well with my soul…”

Sepenggal lirik lagu tersebut adalah bagian dari lagu himne “It is Well with My Soul” yang diciptakan oleh Horatio G.Spafford. Saat Anda merasa sedih, takut, atau khawatir mengenai suatu hal, lagu ini merupakan pilihan yang tepat untuk didengarkan. Lagu ini mengingatkan kita untuk tetap tenang dan mengandalkan Tuhan, meskipun kita memiliki beban hidup yang berat. Perpaduan antara lirik yang bermakna dalam, serta aransemen musik yang menenangkan, menjadikan lagu ini bisa membuat hati kita lebih tenang. Namun dibalik indahnya lagu himne ini, ternyata ada kisah tragis yang dialami oleh si pencipta lagu tersebut.

Horatio merupakan seorang pengusaha yang sangat sukses. Pengusaha yang berasal dari Chicago ini mendirikan sebuah praktek hukum, dan juga memiliki usaha di  bidang real estate. Meskipun sangat sukses dan kaya, ia merupakan seorang Kristen yang taat. Namun kesuksesan tersebut lenyap dalam sekejap, setelah ia berinvestasi dalam real estate di sepanjang garis pantai danau Michigan. Selain mengalami kejatuhan ekonomi, ia juga harus kehilangan anak laki-lakinya yang meninggal sebelum kegagalan investasinya tersebut.

Namun bencana yang ia alami tidak berhenti di situ saja. Dalam rangka memberi waktu istirahat dan hiburan untuk isteri dan anak-anaknya, Horatio mengirim keluarganya ke Eropa pada bulan November 1873. Saat itu, ia dan keluarganya tidak dapat berangkat bersama-sama, karena ada urusan bisnis yang harus ia selesaikan. Maka isteri dan anak-anaknya berangkat ke Eropa terlebih dahulu menggunakan kapal. Nahas, pada tanggal 22 November 1873, kapal tersebut bertabrakan dengan kapal Inggris dan tenggelam dalam waktu 12 menit saja. Semua putrinya meningal karena kejadian tersebut dan hanya isterinya yang berhasil selamat. Berawal dari semua kejadian yang dialaminya tersebut, ia kemudian menciptakan lagu ini saat ia dan isterinya bergabung dengan tim yang mengevakuasi para korban jiwa dari kapal yang tenggelam.

Kisah hidup tragis yang dialami oleh Horatio ini mengingatkan saya kepada sosok Ayub. Nabi Ayub harus kehilangan seluruh harta dan keluarganya, namun alih-alih menghujat dan meninggalkan Tuhan, Ayub tetap setia kepada Tuhan dan mempercayakan kehidupan mereka seterusnya di tangan Tuhan. Seperti lirik yang terdapat dalam lagu ini:

And Lord, haste the day when the faith shall be sight,
the clouds be rolled back as a scroll;
The trump shall resound, and the Lord shall descend,
even so, it is well with my soul…

Saat kita merasa sedih, berbeban berat maupun takut pada masa depan yang tak pasti; katakanlah kepada jiwa kita untuk tetap tenang dan percaya bahwa Tuhan tetap menyertai kita dalam kondisi apapun; dan Ia selalu memiliki rencana yang indah bagi kehidupan kita.

(DK)

 

( Sumber: https//www.umcdisclpeship.org/resources/history-of-hymns-it-is-well-with-my-soul )
Facebooktwittergoogle_pluspinterestmail
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
12