Lex Luthor dan Salah Kaprah Lex Talionis

Gambar : Quoteson.net
Facebooktwittergoogle_pluspinterestmail

Karakter Lex Luthor dikenal sebagai tokoh antagonis di hampir semua film franchise “Superman”. Karena perilaku jahat orang-orang di masa lalunya, dijadikan pembenaran bagi Lex Luthor untuk menjadi hakim dan eksekutor atas orang yang telah menyakiti dirinya. Lex Luthor pun menjadi contoh kasus atas penafsiran salah kaprah tentang Lex Talionis alias hukum pembalasan dendam.

Lex Talionis tercatat di hukum Hamurabi, hukum Taurat, Alkitab, dan hukum Islam: “Mata ganti mata, gigi ganti gigi, tangan ganti tangan (lihat Imamat 24 : 19-20).  Hukum ini sebenarnya bertujuan untuk menjaga agar seseorang tidak bersikap berlebihan dalam membalaskan dendam. Lex Talionis dibuat untuk menjaga agar yang terjadi bukan “Apa yang saya ingin orang jahat itu rasakan”, melainkan “Apa acuan yang adil dalam hukum untuk mengganjar pelaku kejahatan”.

Sayangnya, manusia justru merasa memiliki hak untuk menghakimi orang lain ketika sudah disakiti orang lain. Pada akhirnya manusia tengah beralih dari Lex Talionis menjadi ex lex/law less atau tanpa hukum. Manusia memilih membalaskan dendam berdasarkan hukum buatannya sendiri.

Namun dalam Matius 5 : 38-42, Tuhan Yesus membongkar Lex Talionis dengan memberikan gebrakan besar. Secara tegas Yesus berkata: “Dan siapapun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil.” (Matius 5 : 41). Ucapan ini mengacu pada konteks yang terjadi pada kala itu di mana Israel tengah dijajah Romawi. Berdasarkan hukum yang berlaku, prajurit Roma hanya boleh memaksa kaum jajahan untuk bekerja maksimal sejauh satu mil saja. Prajurit Roma tidak boleh memeras masyarakat jajahan.

Nyatanya Yesus berkata lain. Alih-alih menghapus aturan tentang tunduk kepada penjajah, Yesus justru memerintahkan kita untuk mau melakukan hal yang lebih dari tuntutan pekerjaan kita; sekalipun pekerjaan atau tugas itu berasal dari orang yang kita benci. Yesus seakan mau berkata, “Jangan hanya memikirkan diri sendiri tapi pikirkan apa kontribusimu untuk orang lain!”.

Berat? Sudah pasti. Semua tidak akan bisa kita lakukan tanpa kasih. Lakukan tugas berat itu dengan kasih sebagai bentuk pelayanan kita kepada Kristus. Lakukanlah semuanya dengan kasih tanpa syarat kepada teman maupun musuh kita. Tanpa kasih, kita hanya akan menjadi Lex Luthor yang lain. Ragu kita punya kasih sebesar itu? Mintalah kekuatan kepada Dia yang beri gebrakan “Gila” ini: Tuhan Yesus. Dia pasti akan memampukan kita. ***

An eye for an eye ends up making the whole world blind.” -Mahatma Gandhi

 

(EVP)

Facebooktwittergoogle_pluspinterestmail
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry