Mencari Kerajaan Allah

Di Matius 7:7, Yesus berkata: "...carilah maka kamu akan mendapat...". Pertanyaan selanjutnya adalah: "Apakah Anda sungguh-sungguh mencari Kerajaan Allah dan kebenarannya?" ( Matius 6:33 )
Facebooktwittergoogle_pluspinterestmail

 

Saat pulang ke rumah, Selma menangis dan mengadu pada ibunya kalau anting-anting di telinga kanannya terjatuh di perjalanan pulang dari sekolah. Selma juga mengatakan kalau ia sudah sungguh-sungguh mencari anting-anting itu, tetapi tidak ketemu. Saat itu juga, Selma dan ibunya kembali menyusuri jalan yang dilewati Selma dari sekolah hingga sampai rumahnya… dan ketemu! Anting-anting itu terjatuh dan tersembunyi di antara tumpukan material batu bahan bangunan di pinggir jalan.

Kamu tahu kenapa tidak bisa menemukannya? Karena kamu berpikir hanya mencari anting-anting yang hilang terjatuh. Ibu bisa menemukannya karena anting-anting ini satu-satunya peninggalan nenek ibu, waktu ibu kecil dulu.” Kata ibu kepada Selma.

********/*******

Di kehidupan sehari-hari, kita sering bertemu dengan hal-hal yang mirip semacam ini. Bagaimana seseorang bisa berhasil dalam studinya, atau pekerjaannya, juga dalam bisnisnya; sementara yang lainnya ada yang gagal, selalu dipecat, atau bankrut saat merintis usaha. Jika mau dicari akar masalahnya, biasanya tidak jauh-jauh dari apa motivasi awalnya saat mulai kuliah, bekerja, atau membangun usaha. Dan motivasi selalu berkaitan dari niat awal sebelum memulai segala sesuatunya. Karena jika niat awalnya tidak baik, pastilah selanjutnya akan diiringi dengan perbuatan-perbuatan yang tidak baik. Kemudian hal perbuatan yang tidak baik ini, akan mengakibatkan hidup berada dalam situasi yang tidak pernah baik.

Dalam Matius 6:25-33, Yesus berkata agar kita tidak perlu kuatir tentang hidup ini. Tetapi, Yesus juga meminta kita untuk mencari Kerajaan Allah dan kebenarannya. Kalimat ini sering dipahami terbalik… Yakni kita mau semuanya ( berkat Tuhan ) ditambahkan dahulu, baru kita berjanji akan sungguh-sungguh dalam mencari Kerajaan Allah itu. Atau ada juga yang memahami perkataan Yesus itu sebagai usaha dan hasil: cari Kerajaan Allah maka akan diberkati. Tetapi pertanyaan selanjutnya adalah: “Apakah kita sungguh-sungguh mencari Kerajaan Allah dan kebenarannya?” Atau kita melakukannya karena hanya ingin diberkati saja; bukan menganggap hal itu ( Kerajaan Allah ) sebagai sesuatu yang berharga? Padahal dalam Matius 13:44-46, dikatakan dalam perumpamaan, bahwa Kerajaan Allah itulah yang paling berharga.

Jadi Kerajaan Allah dan kebenarannya itulah berkat yang sesungguhnya. Menemukan Kerajaan Allah dan kebenarannya adalah tujuan utamanya, itulah yang paling berharga; bukan makanan/minuman/pakaian atau yang lainnya.

Menurut saya inilah ujiannya. Tuhan ingin mengetes sejauh mana kita percaya pada-Nya: mendahulukan-Nya dan mencari hikmat-Nya sebelum memulai segala sesuatunya? Atau mengandalkan kekuatan dan kemampuan berpikir kita, lalu menjadikan-Nya seperti “pemain cadangan” saja dalam kehidupan kita. Karena kesungguhan Anda saat mencari(-Nya), diperlihatkan oleh seberapa penting sesuatu yang dicari ( Allah itu sendiri ), bagi hidup Anda secara pribadi.

 

Seberapa penting Allah dan kerajaan-Nya dalam hidup Anda saat ini?

 

( Vic )

Facebooktwittergoogle_pluspinterestmail
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
41