Ora Est Labora

Ora est labora berarti berdoa adalah bekerja. Karena doa harus diikuti dengan tindakan nyata ( bekerja ).
Facebooktwittergoogle_pluspinterestmail

Lebih banyak orang mempunyai bakat daripada disiplin. Itu sebabnya disiplin dibayar lebih tinggi.” ( Mike Price )

Disiplin itu sederhana: memilih antara apa yang Anda inginkan sekarang, dengan apa yang benar-benar ( paling ) Anda inginkan.

Contohnya: Anda ingin menurunkan berat badan dan sekarang pukul 6 pagi. Masih ada waktu sekitar 3 jam sebelum jam kantor dimulai. Apa yang Anda pilih untuk dilakukan sekarang? Tidur sebentar lagi/olahraga pagi/memasak sarapan? Tentu, jika yang diinginkan adalah mengurangi berat badan harusnya sekarang berolahraga pagi dulu. Tapi seringnya rasa malas untuk beranjak dari kasur atau bayangan lezatnya nasi goreng babi dengan topping telor mata sapi, mengalahkan keinginan untuk lari pagi. Jadi jika kemudian yang dilakukan adalah tidur sebentar lagi, karena itu yang Anda inginkan saat ini, maka Anda gagal mendisiplinkan diri. Dan mungkin keinginan untuk menurunkan berat badan, bukanlah suatu hal yang benar-benar diinginkan.

Atau Anda punya bakat bermain musik. Sangat berbakat. Belum pernah memegang biola sebelumnya, tetapi begitu pertama kalinya menggesek sebuah biola, dalam waktu 1 jam Anda sudah bisa bermain seperti maestro. Tapi kemudian Anda malas untuk berlatih setiap hari karena merasa sudah ahli. Maka setelah 10 tahun terlewati, bisa jadi ada seorang teman Anda yang awalnya tiap kali menggesek biola maka senarnya selalu putus; saat ini sudah menjadi bagian dari tim orkestra yang sudah mendunia, karena rajin berlatih setiap harinya akibat merasa tidak bisa, dan ingin benar-benar bisa bermain biola. Anda di mana? Ya tetap di situ saja, meskipun Anda memiliki bakat bermusik yang luar biasa.

Jadi kunci utama untuk bisa berdisiplin diri adalah mau mulai melangkah karena Anda benar-benar ingin mencapai sesuatu. Karena jika Anda benar-benar ingin mencapai sesuatu, dan alasan “Mengapa” ( Anda harus melakukannya ) lebih besar/lebih kuat daripada “Bagaimana” ( melakukannya ), biasanya tidak akan ada rintangan yang berarti ke depannya.

Beberapa waktu lalu ada seseorang di timeline Facebook saya menulis demikian: “Apa rahasia sukses? Tidak ada. Kita sudah tahu semuanya. Hanya saja kita tidak melakukannya; misalnya:

– Mulai melangkah saat yang lainnya ragu-ragu,

– Menunda kesenangan dengan keluar dari zona nyaman,

– Bekerja ekstra, di saat yang lain membuang waktunya,

– Tetap disiplin dan persisten, di saat yang lainnya mulai bermalas-malasan dan tidak konsisten,

– Belajar dari kesalahan, saat yang lain menyampaikan keluhan,

– Mempunyai pikiran yang positif, ketika banyak yang mulai berpikir negatif,

– Tetap produktif, di saat yang lain bersantai

Jadi untuk mereka yang sudah tahu apa yang harus dilakukan, tetapi tidak melakukan… inilah akar dari semua kegagalan.

Tetapi ada beberapa orang yang ketika hidupnya gagal mulai menyalahkan Tuhan. Dibilang kalau Tuhan belum mengabulkan doa-doanya. Atau dikatakan Tuhan tidak mendengarkan permintaannya. Tapi saya sendiri suka aneh melihat orang-orang yang demikian. Karena ketika mereka berdoa agar Tuhan mengambil lemak yang berlebih di tubuhnya, dan setelah “Amin” diucapkan, beberapa menit kemudian mereka mulai makan camilan di tengah malam. Atau saat minta pada Tuhan agar cepat lulus kuliah, setelah “Amin” diucapkan, kemudian mengiyakan ajakan temannya untuk jalan-jalan. Padahal ketika kita berdoa “Tuhan, mohon sertai langkahku…“, hal yang pertama kali harus dilakukan setelah berkata “Amin.” adalah mulai melangkah; mulai mengerjakan apa yang didoakan. Karena jika tidak hal itu seperti berdoa meminta kesehatan, tetapi selalu merokok dan makan junk food di tiap akhir pekan.

Jadi apa rahasia sukses bisa mendisiplinkan diri sendiri? Ora est labora. Berdoa lalu mulai mengerjakan apa yang Anda doakan.

 

Ketika Yesus berkata: “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.” ada kata kerja di kalimatnya: minta, cari, ketok. Ini berarti semua hal yang berasal dari Tuhan pun harus diusahakan; tidak hanya duduk diam dan berpangku tangan.

 

(Vic)

Facebooktwittergoogle_pluspinterestmail
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
2