Pekerjaan Terberat

"Pernahkah engkau melihat orang yang cakap dalam pekerjaannya? Di hadapan raja-raja ia akan berdiri, bukan di hadapan orang-orang yang hina." ( Amsal 22:29 )
Facebooktwittergoogle_pluspinterestmail

 

Pernahkah terpikir: apa pekerjaan terberat di dunia?

Apakah tukang batu? Yang bangun mendahului matahari dan pulang setelah matahari terbenam. Yang sepanjang hari disiram panas matahari atau dinginnya hujan, sambil memecah batuan; hanya demi upah untuk hidup sehari. Itukah yang terberat?

Atau tukang sol sepatu? Yang tiap hari mengayuh sepedanya puluhan kilometer, berteriak-teriak hingga suara serak, dan tidak mesti mendapat uang setiap hari. Itukah yang terberat?

Atau petani penggarap sawah? Yang sehari-hari bekerja di tanah milik orang lain, mendapat upah yang selalu kurang, dan selalu sedih jika kemarau panjang datang. Itukah yang terberat?

Menurut saya pekerjaan terberat di dunia hanya ada dua:

1. Pekerjaan yang hanya dipikirkan

Misalnya Anda seorang auditor dan akan pulang kantor. Tiba-tiba datang tumpukan berkas di meja Anda untuk dikerjakan. Lalu Anda memendam kesal dalam hati, “Kok jam segini dapat kerjaan lagi?“. Ketika Anda mengambil satu berkas dibaca sekilas, Anda berpikir:¬†“Aduh, berantakan banget nih laporannya.” Kemudian Anda pulang sambil memikirkan sebuah laporan yang akan diaudit tadi. Menjelang tidur,¬†Anda masih berpikir bagaimana merapikan sebuah laporan yang ditinggal di kantor. Keesokan harinya, ketika sampai di kantor, Anda langsung hilang mood saat melihat tumpukan berkas di meja Anda, “Ah, nanti siang aja lah ngerjainnya.” Saat makan siang, Anda kembali berpikir bagaimana cara merapikan laporan yang kemarin dilihat acak-acakan. “Kok berat banget ya? Harus diinput manual di excel, bikin formulanya, belum lagi ada angka-angka yang gak ketulis jelas, gimana kalau salah?” Kemudian sekembali dari makan siang, Anda kembali bete melihat tumpukan berkas itu. “Besok aja lah…” Sampai seminggu kemudian, manajer di kantor Anda bertanya soal laporan-laporan yang minggu lalu diminta untuk diaudit, dan Anda masih saja belum mengerjakannya sama sekali karena selalu berpikir: “Ini kerjaan berat banget!

 

2. Pekerjaan yang dikerjakan karena terpaksa dan tanpa ada rasa cinta

Apapun yang dilakukan karena terpaksa, akan selalu dikerjakan dengan biasa-biasa saja. Tidak ada keinginan untuk mengerjakan dengan sebaik-baiknya. Karena tidak ada kemauan sepenuh hati, sehingga tidak ada inisiatif. Bukankah karena ada cinta, seseorang rela hujan-hujanan demi bisa menepati janji bertemu dengan kekasihnya? Dan karena ada rasa cinta, seseorang selalu berinisiatif tanpa diminta, untuk memberikan kado ulang tahun pada pacarnya? Demikian juga dengan apa yang kita kerjakan sehari-harinya. Jika tidak ada rasa cinta, semuanya akan dilakukan dengan rasa terpaksa … Terpaksa, meskipun pas-pasan gajinya. Terpaksa, karena masih menanti panggilan kerja dari yang lainnya. Terpaksa, daripada diam di rumah saja.

Jadi, pekerjaan paling ringan di dunia adalah pekerjaan yang dilakukan dengan sepenuh hati, berdasarkan minat dan kemampuan diri; sehingga usaha terbaiklah yang akan diberikan. Tidak pernah merasa dibebani olehnya, karena pekerjaan itu dilakukan dengan dasar cinta.

Tapi, sebagaimana rasa cinta pada umumnya, pasti suatu saat akan timbul rasa bosan juga. Oleh karenanya lihatlah sisi lain dari sebuah pekerjaan yang kita cintai itu. Misal, saat bosan menjadi nelayan, cobalah sesekali melaut hanya untuk menikmati lautan. Atau sekedar memancing ikan untuk kepuasan. Atau menyelam ke dasar lautan. Saat bosan dengan pekerjaan di kantor, cobalah sesekali menikmati pemandangan luar kantor lewat jendela ruangan. Atau membuka obrolan, bercanda dengan rekan. Atau sesekali merapikan dan menyapu ruangan. Atau ke pantri membuat kopi. Dan seterusnya, dan sebagainya.

Karena jika tidak ada sisi yang menyenangkan dari pekerjaan kita lakukan, buat apa lagi kita masih bersusah payah bertahan? Hanya akan menimbulkan beban, bukan? Kemudian yang kita kerjakan menjadi tidak maksimal, dan akhirnya mendapat teguran dari atasan. Sesudah semuanya itu terjadi, bisa jadi kita berteriak di dalam hati, “Pekerjaanku berat banget!

 

Jika Anda bisa bekerja keras di bidang pekerjaan yang sebenarnya Anda gak minati, bayangkan apa yang bisa Anda lakukan pada pekerjaan yang Anda cintai.

 

( Vic )

Facebooktwittergoogle_pluspinterestmail
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry