Sekilas Sejarah GKI Gejayan Yogyakarta

Visi dan misi GKI Gejayan Yogyakarta
Facebooktwittergoogle_pluspinterestmail

Tahukah Anda bahwa pada hari ini (3 Maret 2017), 17 tahun yang lalu, merupakan momen berdirinya GKI Gejayan Yogyakarta? Berikut sekilas sejarah mengenai tumbuh kembang GKI Gejayan Yogyakarta:

GKI Gejayan pada awal pembentukannya merupakan bagian dari persekutuan wilayah GKI Ngupasan yang meliputi daerah Jogja bagian utara timur. Kemudian sekitar tahun 1990-an mulai dirintis rencana pembangunan gedung gereja di daerah Gejayan.

Perayaan Natal pertama kalinya terlaksana tanggal 16 Desember 1992 di gedung gereja yang baru (sekarang), dan pada kebaktian perdana tanggal 3 Januari 1993 gedung GKI Gejayan dijadikan Pos PI Gejayan, diawali dengan sekitar 80-90 anggota jemaat.

Status kelembagaan Pos PI Gejayan ditingkatkan menjadi Bakal Jemaat (BaJem) Gejayan pada tanggal 3 November 1996 seiring dengan perkembangan jumlah jemaat dan peningkatan kegiatan gerejawi yang diselenggarakan.  Selain itu Bajem Gejayan juga mengelola Pos PI Cik Di Tiro dengan sekali kebaktian di Minggu pagi.

Kemandirian Bajem Gejayan secara organisasi kelembagaan terwujud melalui proses pendewasaan, dan tanggal 3 Maret 2000 merupakan moment berdirinya GKI Gejayan dengan jadwal 4 kali kebaktian, yaitu Kebaktian Minggu pagi (dua kali), Kebaktian Minggu pagi di Pos Cik Di Tiro, dan Kebaktian Minggu sore.

Hingga pada tanggal 22 Mei 2001, GKI Gejayan secara resmi memiliki pendeta tetap pada acara pentahbisan pendeta Paulus Lie.

(dari berbagai sumber)

Facebooktwittergoogle_pluspinterestmail
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry