Slip ATM

"Hitunglah berkatNya pasti kau lelah, dan bernyanyi t'rus penuh bahagia." ( Kidung Jemaat 439 )
Facebooktwittergoogle_pluspinterestmail

Saya pernah menangis karena tidak memiliki sepatu untuk bermain sepakbola. Sampai suatu hari, saya melihat seorang pria yang tidak memiliki kaki.” merupakan salah satu ucapan dari Zinedine Zidane yang terkenal. Kita susah untuk bersyukur karena lebih sering melihat apa yang tidak kita miliki, dibanding apa-apa saja yang sudah kita punyai. Tapi juga tidak saya pungkiri, terkadang rasanya susah sekali untuk bersyukur dalam hidup ini, apalagi kalau segala rencana yang sudah dibuat tidak pernah terlaksana dengan baik. Atau saat uang di dompet tinggal beberapa lembar, dan jumlah saldo di rekening bank hanya 5 digit. Tetapi pernah suatu kali, ketika saya mempertanyakan: “Apa berkat Tuhan dalam hidupku?” Tuhan menjawabnya dengan cara yang unik.

Pagi itu saya menarik uang di ATM. Karena masih pagi dan ATM masih sepi, sebuah keisengan tiba-tiba muncul di benak saya. Saya kemudian mengambil beberapa slip ( catatan transaksi ) ATM yang dibuang di tempat sampah. Sekali lagi saya percaya, tidak ada sesuatu sekecil apapun yang berjalan di luar kendali Tuhan, termasuk saat saya “berinisiatif” memungut kertas-kertas itu.

Sebelum pergi ke ATM, saya mengeluhkan uang saya yang tinggal dua lembar di dompet. Setelah bertransaksi, saya mengeluh lagi saat melihat sisa jumlah rekening saya. Tetapi setelah melihat beberapa kertas catatan transaksi orang-orang sebelumnya di mesin ATM itu, saya akhirnya bisa bersyukur kalau nyatanya jumlah saldo rekening saya bukan yang paling sedikit di bank tersebut. Saya kemudian tahu kalau ada orang yang baru saja mengambil uang dua puluh ribu rupiah ( Rp.20,000 ), dan menyisakan Rp.10,427 di rekeningnya. Ada juga yang sisa jumlah rekeningnya kurang dari itu!

Saya teringat kutipan di salah satu buku di lemari saya ( lupa yang mana ) : “Kalau ingin bersyukur, lihatlah ke bawah. Jika ingin mempunyai semangat untuk hidup lebih baik, lihatlah ke atas. Jika ingin mawas diri dalam menjalani hidup, lihatlah ke belakang. Jika ingin berjalan dengan mantap di hidup ini, lihatlah lurus ke depan.

Jadi hidup ya harus seimbang. Kalau berjalan dengan kepala selalu mendongak, lehernya capek. Kalau berjalan dengan kepala selalu menunduk, lehernya pegel. Jadi berjalanlah dengan kepala tegak lurus ke depan, sambil sesekali menunduk, mendongak, dan menengok ke belakang.

Sudahkah Anda senam leher pagi ini? 🙂

Dan yang lebih penting: sudahkah Anda bersyukur untuk keajaiban ( bisa bangun pagi ) di hari ini?

"Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu." ( I Tesalonika 5:18 )

 

( Vic )

Facebooktwittergoogle_pluspinterestmail
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1