Unsur-Unsur Liturgi GKI Gejayan

Unsur-unsur liturgi Minggu GKI Gejayan Yogyakarta.
Facebooktwittergoogle_pluspinterestmail

GKI Gejayan memiliki 4 variasi liturgi minggu; masing-masing liturgi untuk kebaktian Inovatif, kebaktian Minggu pagi, kebaktian Ekspresif, dan kebaktian Impresif. Walaupun liturginya bervariasi, namun dasar dari 4 variasi liturgi tersebut sama, yaitu didasari dari unsur-unsur liturgi minggu Gereja Kristen Indonesia (GKI).

Berikut beberapa catatan untuk memperjelas unsur-unsur liturgi di GKI Gejayan, yang terdiri dari 4 bagian atau 4 Ordo Liturgi (seperti GKI pada umumnya):

  • Ordo Panggilan
  • Ordo Pelayanan Firman
  • Ordo Pelayanan Meja
  • Ordo Pengutusan

 

Ordo Panggilan

  • Berhimpun: suatu liturgi persiapan, umat datang membentuk persekutuan jemaat, menghadap dan menyadari kehadiran Allah, dan dipersiapkan untuk mengikuti liturgi Firman dan liturgi Meja.
  • Salam dari pelayan liturgi: jemaat saling menyapa dan memberi salam satu sama lain. Sesuai adat timur, setiap kali berjumpa sesama pasti diawali dengan salam. Klerus (pendeta/pengkotbah) dan para penatua sebagai Majelis Jemaat/pemimpin jemaat memasuki tempat ibadah juga dengan memberi salam terlebih dahulu dengan warga yang hadir, barulah kemudian naik ke altar untuk melayani, sebagai wujud keakraban dan kebersamaan, tiada jarak antara pemimpin dengan umat.
  • Nyanyian introitus menyiapkan umat memasuki tema ibadah.
  • Penatua yang bertugas menyerahkan Alkitab kepada pelayan Firman.
  • Votum dibaca bersama-sama oleh jemaat. Ibadah bukan manusia yang berinisiatif, tetapi Tuhan. Kalimatnya “Pertolongan kita adalah dalam nama Tuhan yang menjadikan langit dan bumi…”. Berlangsung “Dalam nama Tuhan” (Kolose 3:17). Tidak usah menunduk karena votum bukan doa atau berkat.
  • Kata Pembuka dapat berisi pengumuman nama hari Minggu atau perayaan khusus, tema ibadah, dan/atau membacakan nats pendahuluan.
  • Nyanyian yang sesuai dengan tema atau nas pendahuluan.
  • Doa pengakuan dosa bersifat komunal, walaupun ada pelayan liturgi yang memberi kesempatan kepada umat untuk mengaku dosa secara pribadi.
  • Berita anugerah – Pelayan firman menyampaikan berita pengampunan dari nats Alkitab, diikuti dengan “Demikianlah berita anugerah dari Tuhan” atau nyanyian Kyrie eleison (Tuhan Kasihanilah).
  • Nyanyian jemaat sebagai respon terhadap berita anugerah,

 

Ordo Pelayanan Firman

  • Doa Eplikese – doa meminta pertolongan Allah Roh Kudus dalam pemberitaan Firman, agar firman dapat dimengerti umat.
  • Pembacaan Alkitab secara leksionari. Sistem baca Alkitab 3 tahunan menurut tahun liturgi, yaitu Matius (tahun A), Markus (tahun B), Lukas (tahun C), dan Yohanes pada masa-masa tertentu.
    • Bacaan Pertama – membaca Perjanjian Lama atau Perjanjian Baru
    • Mazmur tanggapan (dinyanyikan)
    • Bacaan Kedua – Membaca Injil
  • Kotbah adalah unsur kunci untuk menjelaskan firman Tuhan. Firman yang harus dikomunikasikan secara terbuka dan mendalam. Melalui firman-Nya Tuhan mengumpulkan, mendirikan, melindungi, dan menjaga umat-Nya.
  • Saat Teduh – agar kotbah itu diresapi oleh umat, setelah selesai disampaikan,
  • Pengakuan Iman (credo) yang merupakan suatu pernyataan bersama. Pengakuan iman bukanlah doa, maka sebaiknya diucapkan seperti mengatakannya kepada dunia: dengan mata terbuka dan kepala tegak namun tidak perlu seperti dalam suatu upacara resmi. Pengakuan Iman adalah pengulangan janji baptis dan kredo Gereja segala abad dan tempat.
  • Doa syafaat atau doa umat bagi sesama dan dunia. Dimulai dengan umat saling mendoakan satu sama lain (sesama umat), dilanjutkan doa syafaat oleh pelayan doa.

 

Ordo Pelayanan Meja

  • Persembahan adalah respons Gereja terhadap pemberitaan firman, ungkapan syukur dengan ikut serta melayani Tuhan dan sesama dengan seluruh hidup umat; dan disimbolkan dengan pengumpulan uang untuk kegiatan pekerjaan Tuhan dalam gereja maupun bagi sesama dan masyarakat
  • Perjamuan Kudus adalah Firman yang dinyatakan (visible word) setelah diberitakan. Perjamuan Kudus merupakan perayaan pengucapan syukur atas karya penebusan Kristus; baik hidup-Nya, kematian-Nya, maupun kebangkitan-Nya.

 

Ordo Pengutusan atau Misa.

  • Nyanyian Pengutusan
  • Kalimat pengutusan. Kata misa berasal dari kalimat pernyataan bubar oleh Imam dalam tradisi Roma: “Ite missa est!” (“Pergilah, Anda diutus!”). Kalimat ini telah disesuaikan dengan konteks sekarang sehingga dapat lebih jelas dimengerti: “Perayaan ibadah kita telah selesai, maka …”
  • Berkat Tuhan, berkat datang dari Tuhan. Oleh sebab itu, sebagai pemimpin, sang pelayan memohonkan berkat Tuhan bagi umat dan Gereja-Nya dengan tata gerak tangan terbuka ke atas, atau tangan diangkat ke atas. Berkat dari Tuhan yang disampaikan melalui mulut pelayan liturgi
  • Nyanyian ordinarium, sambutan umat atas berkat Tuhan: Haleluya (KJ 472-473; NKB 222-223; PKJ 295-297), Amin (KJ 476-478; NKB 227-229; PKJ 292-294), atau Haleluya-Amin (NKB 224-226).
  • Saat Teduh

 

Beberapa istilah yang sering dipakai dalam kebaktian:

Cantor: penyanyi atau pimpinan paduan suara pada sinagoga, atau direktur musik pada organisasi gereja Lutheran. (catatan: Canto artinya lagu/nyanyian)

Cantoria: paduan suara pengiring nyanyian jemaat dalam kebaktian

Choir: choir , chorale , atau chorus adalah paduan suara

Introitus: prosesi atau introitus (antre =masuk beriringan), dipahami sebagai prosesi umat yang masuk ke dalam kebaktian

Lektor: pembaca Alkitab (yang bertugas membacakan bagian dalam kebaktian)

Ordo: Pengelompokan bagian-bagian liturgi yang membentuk kerangka dasar liturgi.

Prokantor: Petugas Liturgi/pemandu pujian/Pemimpin pujian

Primus: Anggota Majelis Jemaat yang bertugas membawa Alkitab pada saat prosesi di awal kebaktian, ia akan menyerahkan Alkitab kepada Pengkotbah di awal kebaktian, dan menerima kembali Alkitab di akhir kebaktian dari Pengkotbah

 

Yogyakarta, 2016.

Dituliskan oleh Pdt. Paulus Lie (untuk para katekisan GKI Gejayan 2016).

 

Kepustakaan:
  • Buku panduan liturgi  Gereja Kristen Indonesia, oleh komisi liturgi GKI, tahun 2010
  • Paulus Lie, ”Mereformasi Gereja”, Yayasan Andi, tahun 2010
  • Tata Gereja GKI
Facebooktwittergoogle_pluspinterestmail
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
32